Lewati ke konten utama
Bisa Baik Bersama Bisa Baik Bersama
Tim lapangan meninjau peta dan rencana program di dalam balai warga.

Kerangka yang memperlakukan exit sebagai fase, bukan peristiwa.

Setiap penugasan bergerak melalui tiga fase yang saling menguatkan. Pelaksanaan, exit, dan keberlanjutan direncanakan bersamaan, karena dalam praktik ketiganya memang tidak pernah terpisah rapi.

Ko-desain, ko-kreasi, ko-keberlanjutan.

  1. I

    Fase I

    Dialog melingkar bersama warga yang menjadi pijakan fase ko-desain.

    Ko-desain untuk pelaksanaan dan exit

    Merancang program yang bisa dijalankan, akuntabel, dan sadar exit.

    • Penyelarasan tujuan program dan harapan exit
    • Perencanaan pelaksanaan dan perancangan jalur exit
    • Pemetaan risiko sosial, operasional, dan kelembagaan
    • Identifikasi kapasitas lokal dan peran jangka panjang
  2. II

    Fase II

    Warga dan staf lapangan bekerja bersama dalam sebuah sesi program.

    Ko-kreasi lewat pelaksanaan yang akuntabel

    Menjalankan program dengan monitoring, pembelajaran, dan disiplin operasional.

    • Eksekusi program yang adaptif dengan tonggak yang jelas
    • Monitoring, akuntabilitas, dan pembelajaran adaptif
    • Penyiapan sistem, kepemimpinan, dan tata kelola lokal
    • Penyesuaian yang sadar risiko dan berpijak pada kondisi lapangan
  3. III

    Fase III

    Sesi pelatihan yang menyiapkan aktor lokal mengambil alih saat exit.

    Ko-keberlanjutan dengan exit yang bertanggung jawab

    Memperpanjang dampak lewat sistem, pasar, dan kemitraan.

    • Asesmen kesiapan exit dengan Exit Forward Model
    • Pengalihan peran dan kepemilikan ke aktor lokal
    • Integrasi ke mekanisme pasar dan sumber penghidupan
    • Tinjauan pascaexit terbatas dan penangkapan pembelajaran
Sesi pelatihan dan tinjauan risiko bersama tim lapangan dan perwakilan warga.

Disiplin yang tetap tanggap pada apa yang terjadi di lapangan.

Program pembangunan itu kompleks, dan exit adalah titik di mana kompleksitas itu paling terasa. Pendekatan yang sadar risiko itulah yang menjaga program tetap relevan dan akuntabel sepanjang pelaksanaan sampai transisi.

Sosial dan kontekstual
Dinamika komunitas, relasi kuasa, dan penerimaan warga setempat.
Operasional dan pelaksanaan
Kapasitas mitra, koordinasi lapangan, dan konsistensi eksekusi.
Keberlanjutan dan exit
Kesiapan kelembagaan, kepemilikan lokal, dan ketergantungan pascaprogram.
Reputasi dan akuntabilitas
Kepatuhan, transparansi, dan kejelasan peran.

Cara kami mengelolanya

  • Identifikasi risiko sejak perancangan dan awal pelaksanaan
  • Monitoring berkelanjutan dan penyesuaian adaptif
  • Pembelajaran dikembalikan ke keputusan pelaksanaan dan exit
  • Dokumentasi dan pelaporan yang akuntabel

Tiga prinsip yang saling menguatkan.

Berpusat pada komunitas

Berangkat dari kebutuhan, nilai, dan dinamika nyata komunitas. Komunitas adalah subjek perubahan, bukan objeknya.

Berbasis data

Keputusan digerakkan studi awal, monitoring berkelanjutan, evaluasi mendalam, dan refleksi yang sistematis.

Sadar risiko

Setiap tahap dikelola di dalam kerangka manajemen risiko sosial dan operasional, bukan lewat perkiraan informal.